Senin, 30 Desember 2019

Materi Sejarah Kelas 11 : Renaissance

Tentu kita pernah merasakan bagaimana gelapnya malam saat mati lampu. Gimana rasanya gak nyaman, kan? Begitu juga yang dirasakan orang-orang Eropa pada abad pertengahan. Masa ini disebut dengan The Dark Age. Namun, seiring berjalannya waktu orang-orang Eropa ini mampu keluar dari kegelapan dan kebobrokan abad pertengahan yang kemudian membawa kebangkitan dan kemajuan sehingga terbentuklah peradaban modern yang menjadi cikal-bakal peradaban maju di Eropa saat ini. Masa itu disebut sebagai Renaissance.

Apa itu Renaissance?
Secara etimologi, Renaissance berasal dari bahasa latin yaitu Re artinya kembali dan naitre artinya lahir. Jadi secara bahasa artinya lahir kembali/ kelahiran kembali. Kata renaissance menyiratkan sebuah kebangkitan yang disebut zaman pencerahan.

A. Latar belakang terjadinya Renaissance
Pada abad ke - 16 (abad pertengahan) orang-orang Eropa menyebutnya sebagai zaman kegelapan (The Dark Age), karena segala bentuk pemikiran, kreativitas, dan ilmu pengetahuan diatur oleh gereja.
Selain itu, terjadinya Renaissance juga dilatarbelakangi oleh beberapa faktor penyebab seperti:

  1. Sebagian golongan bangsawan dan penduduk kota tidak dapat membaca dan menulis
  2. Pengajaranhanya diberikan pada sekolah gereja terutama kepada calon pendeta
  3. Ahli hukum agama yang rakus (tamak) akan harta
  4. Segala urusan diarahkan pada keakhiratan sajaK
  5. Kehidupan dunia dianggap tidak penting 
  6. Naskah-naskah banyak yang meremehkan kehidupan dunia

Namun, akibat ditaklukkannya Konstantinopel oleh Turki Usmani pada tahun 1453, menyebabkan terjadinya migrasi para pendeta dan sarjana ke Italia dari negara-negara Eropa lainnya. Para sarjana tersebut membawa tradisi mempelajari naskah-naskah kuno sehingga mereka pun menjadi perintis bagi pengembangan ilmu di Eropa. Masa inilah yang disebut sebagai Renaissance atau zaman pencerahan. Masa ini ditandai oleh kehidupan yang cemerlang di bidang seni, pemikiran, ilmu pengetahuan maupun kesusastraan yang mengeluarkan Eropa dari kegelapan intelektual abad pertengahan.

B. Tokoh-tokoh di zaman Renaissance

  1. Leonardo da Vinci

Leonardo da Vinci merupakan manusia yang hidup pada zaman Renaissance. Beliau dilahirkan pada tahun 1452. Beliau seorang yang versatil, yaitu seorang yang menguasai hampir semua bidang ilmu seperti seni bina, seni lukis, seni ukir, kejuruteraan, botani, falsafah, geografi, serta perang dan ketentaraan. Sumbangan beliau yang terkenal adalah Potret Monalisa dan anatomi manusia.

2. Niccolo Machiavelli
Ia adalah seorang diplomat dan politikus Italia yang juga seorang filsuf. Sebagai ahli teori politik, ia sangat disegani di Eropa pada masa Renaissance. Beliau telah mengarang sebuah buku yang terkenal sampai saat ini yaitu "The Prince". Di dalam bukunya, beliau menyarankan bahwa pemerintah mempunyai kuasa mutlak dan rakyat harus takut pada pemerintah dan harus memberikan sepenuh kesetiaannya kepada raja, barulah kepada Gereja Katolik.

3.  Michaelangelo Buonarroti
Ia adalah seorang pelukis,pemahat, pujangga dan arsitek zaman renaissance. Sumbangannya yang terkenal yaitu studi anatomi di dalam Seni Rupa. Karyanya yang dianggap terbaik adalah patung David Porta dan Fresko di langit-langit Sistine's Chapel di Roma.

C. Dampak-dampak Renaissance

  1. Dampak Positif


  • Adanya kebebasan berpikir
  • Adanya kebebasan dalam kesenian dan sastra
  • Berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi
  • Munculnya penjelajahan samudra untuk menemukan belahan dunia baru
  • Muncul dan berkembangnya masyarakat Eropa yang lebih progresif dan memiliki semangat penemuan yang tinggi

   2. Dampak Negatif

  • Berkembangnya  paham nudisme, yaitu paham yang mengabaikan ras malu seolah-olah tidak mempedulikan agama lagi, contohnya dalam hal berpakaian dan bergaul.
  • Penghormatan kepada Gereja semakin berkurang
  • Berkembangnya paham sekulerisme, humanisme, rasionalisme, atheisme, dan atheisme

Sekulerisme : suatu pandangan yang menyatakan bahwa akhlak dan pendidikan tidak harus didasarkan pada agama
Humanisme : Kebenaran berpusat pada manusia disebabkan kekuasaan gereja
Rasionalisme : Doktrin filsafat yang menyatakan bahwa kebenaran harus ditentukan malalui logika dan analisis yang berdasarkan fakta daripada melalui dogma/ajaran agama
Atheisme : Paham yang tidak mengakui adanya Tuhan
Deisme : Pandangan hidup yang mengakui adanya Tuhan sebagai pencipta alam semesta, tetapi tidak mengakui agama karena ajarannya didasarkan atas keyakinannya pada akal dan kenyataan hidup.

Dari renaissance, dapat diambil kesimpulan bahwa perubahan/pergerakan  kebudayaan dapat berpengaruh terhadap kehidupan manusia dari segi apapun. Dan kehidupan kita saat ini tidak terlepas dari pengaruh kehidupan pada masa-masa sebelumnya. Maka sudah seharusnya kita sebagai generasi di abad modern ini mengambil hikmah positif dari adanya Renaissance dan mengimplementasi motivasi tersebut dalam kehidupan kita pada masa sekarang untuk menyongsong kehidupan kita di masa yang akan datang.




Mengubah Hidup dalam Satu Menit

Gak jarang kita semua sering banget menunda-nunda pekerjaan yang penting buat hidup kita atau melakukan suatu pekerjaan di akhir tenggang waktu yang udah dikasih/mepet deadline. Padahal sebenarnya perilaku itu bisa dibilang gak baik kalo keterusan dan pada akhirnya kemungkinan akan membuat hasil kerja kita gak maksimal. Terus penyebabnya apa sih? Beragam banget penyebabnya tapi yg paling sering kita dengar yaitu rasa malas. Pertanyaannya gimana cara ngatasinnya?

Ngomong-ngomong tentang rasa malas mungkin kita harus belajar nih dari negara yg kita tau negara ini anti banget sama yg namanya rasa malas. Coba tebak negara apa? Yes, Negara Jepang. Seperti yg kita tau Jepang itu terkenal dgn etos kerjanya yg baik dan orangnya disiplin. Kok bisa sih sebuah negara punya budaya kaya gitu? Nah ternyata dari kecil mereka itu udah dilatih untuk punya prinsip tertentu yaitu dilatih buat mengulang berbagai macam rutinitas kecil yg positif setiap harinya dan rutinitas ini akhirnya membudaya dan mereka pake sampai dewasa. Pas udah dewasa, orang-orang Jepang ini jadi pribadi yg disiplin dan gak males - malesan.

Konsep tentang rutinitas ini akhirnya diberi sebuah nama tertentu. Namanya kaizen. Apa itu kaizen? Dari segi bahasa diambil dari dua suku kata yaitu Kai=berubah dan Zen=kebijaksanaaan, dua kata ini menciptakan satu makna yg artinya perubahan dalam hidup bisa dicapai secara perlahan dan penuh kebijaksanaan. Prinsip ini juga dikenal dengan prinsip satu menit. Kenapa? Karena prinsip ini intinya adalah melatih seseorang untuk melakukan sesuatu hanya dalam satu menit setiap harinya di waktu yang sama. Misalnya, kita push up satu menit setiap hari di jam 7 pagi. Push up itu dilakuin berulang-ulang.

Prinsip ini sederhana banget bisa dilakuin ke berbagai macam lainnya, seperti membaca, menulis, ngerjain tugas dan lainnya atau apapun yang mau dilakuin. Tapi dengan catatan ngelakuinnya harus konsisten. Menariknya, prinsip satu menit ini akan ngelatih kita jadi lebih bertanggung jawab. Kenapa begitu? Karena ketika kita udah berhasil ngelakuin satu menit itu, itu akan ngebuat kita ngerasa berhasil ngelakuin satu hal dengan tuntas dan perasaan ini akan ngebuat kita jadi ketagihan.

Pertama mungkin kita cukup dgn satu menit tapi di hari selanjutnya mungkin satu menit itu jadi nambah ke lima menit dan di hari-hari selanjutnya nambah lagi sampai 20 menit sampai mungkin berjam-jam kita ngelakuin hal itu. Tapi inget, kuncinya harus konsisten biar jadi kebiasaan.

Sekilas prinsip ini meragukan dan gak efektif. Masa cuma satu menit bisa jadi kebiasaan yg bakal ngerubah hidup kita. Tapi gini, kalo usaha kita terlalu keras dan gak rutin ini bakal ngabisin tenaga dan bikin capek. Akhirnya kita jadi males dan lama-kelamaan jadi bosen dan akhirnya gak rutin deh ngelakuinnya. Kaizen ini bisa dilakukan oleh siapapun di bidang kehidupan apapun. Ingat segala sesuatu yang besar, selalu diawali dengan langkah kecil yang sederhana.

Beasiswa Dataprint Indonesia, Solusi Terbaik Wujudkan Cita-Cita Anak Indonesia

Sebuah peradaban dapat dibangun oleh manusia-manusia yang berintelektual serta berpola pikir kritis dan maju. Namun pertanyaannya, bagaiman...